PUPR Provinsi NTT

Kadis PUPR Dampingi Wakil Gubernur NTT Sambut Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di Sumba Timur

Kadis PUPR Dampingi Wakil Gubernur NTT Sambut Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di Sumba Timur

WAINGAPU – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman mengunjungi Sumba Timur, NTT untuk menggelar berbagai kegiatan, termasuk memanen tebu.

Kedatangan kedua Menteri pada Selasa, 19 Agustus 2205 itu disambut Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma didampingi sejumlah pejabat Pemprov NTT termasuk Kepala Dinas PUPR NTT Benyamin Nahak.

Kepada Menko AHY, Wakil Gubernur Johni Asadoma, meminta peningkatan infrastruktur jalan dengan pengalihan beberapa ruas jalan provinsi menjadi jalan nasional dan pelebaran jalan nasional khususnya rute pelabuhan Waibakul-Baing serta pembangunan ribuan embung kecil maupun embung irigasi di NTT.

Selain itu, Johni Asadoma juga meminta AHY mendukung ketahanan pangan khususnya pada sentra produksi ternak, pakan ternak dan hortikultura.

Menanggapi permintaan itu, AHY menyebut, Kondisi geografis NTT yang berat justru dapat menjadi peluang besar bila dihadapi dengan inovasi, teknologi, dan keberanian.

Ia juga menyoroti Kawasan transmigrasi Melolo. Ia menyebut pemerintah pusat menaruh perhatian serius terhadap pengembangan Kawasan Transmigrasi Melolo, lewat MoU antara Kementerian Transmigrasi dan Kementerian Desa agar terintegrasi dengan sektor industri.

“Transmigrasi punya lahan dan tenaga kerja, sementara industri hadir dengan modal, teknologi, dan juga sebagai off-taker dari hasil produksi. Sinergi ini harus kita dukung dengan infrastruktur yang memadai agar kawasan transmigrasi bisa tumbuh menjadi pusat pertumbuhan baru,” kata AHY.

Untuk itu, pemerintah melalui Kemenko Infrastruktur berkomitmen memperkuat aspek pendukung, mulai dari kepastian lahan hingga pembangunan infrastruktur dasar.

“Pertama, lahannya harus siap dan statusnya clean and clear, kalau berbicara HGU. Kedua, infrastruktur jalan harus lebih memadai agar mobilitas lebih cepat. Ketiga, pengembangan pelabuhan juga dibutuhkan supaya transportasi logistik bisa lebih efisien dan kompetitif,” jelas AHY.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman yang turut mendampingi AHY menekankan, pengembangan kawasan transmigrasi tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus melibatkan sinergi lintas kementerian dan sektor.

“Arah pembangunan transmigrasi ke depan bukan lagi sekadar perpindahan penduduk, melainkan bagian dari agenda industrialisasi di luar Jawa dengan melibatkan transmigran dan masyarakat lokal,” ujarnya.

Menurut Iftitah, Kawasan Transmigrasi Melolo memiliki potensi besar sebagai proyek percontohan. Integrasi transmigrasi dengan industri diharapkan mampu membuka lapangan kerja, mengurangi kemiskinan ekstrem, dan mendorong lahirnya pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Lebih jauh, AHY menegaskan, pengembangan transmigrasi berbasis industri akan berdampak signifikan dalam mengurangi kesenjangan pembangunan.

“Ini bukan hal abstrak, melainkan konkret. Kita sudah melihat langsung bagaimana kawasan ini berkembang dan punya potensi besar,” pungkas AHY.(*)

Sesmen Kemenkoinfra Lakukan Groundbreaking Infrastruktur Jalan di Alor dan Kota Kupang

Sesmen Kemenkoinfra Lakukan Groundbreaking Infrastruktur Jalan di Alor dan Kota Kupang

KUPANG – Sekretaris Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Sesmen Kemenkoinfra) Bpk. Ayodhia G. L. Kalake mengunjungi NTT, sejak 10 Agustus 2025 hingga 12 Agustus 2025.

Kunjungan Sesmen Kemenkoinfra ini juga sekaligus melakukan groudbreaking ruas jalan di Kota Kupang dan Kabupaten Alor.

Kedatangan Sesmen Kemenkoinfra ini disambut Gubernur NTT Melki Laka Lena pada Minggu, 10 Agustus 2025.

Gubernur NTT dalam sambutannya berterima kasih kepada Sesmen Kemenkoinfra Ayodhia G. L. Kalake yang juga tokoh senior sekaligus tokoh NTT dan pernah menjadi Penjabat Gubernur NTT.

“Terima kasih kepada Bapak Sekretaris Menteri Koordinator Infrastruktur Bapak Ayodhia G. L. Kalake bersama rombongan yang sudah secara langsung datang ke NTT untuk melihat secara langsung bagaimana Pemerintah Provinsi NTT telah bekerja sama dalam mendukung Program-program Pemerintah Pusat terkait infrastruktur dan hal lainnya,” ujar Melki Laka Lena.

Dia berharap dengan kunjungan ini, pemerintah pusat terus membantu NTT terkait infrastruktur dan sektor-sektor lain yang dibutuhkan.

Untuk diketahui, kedatangan Sesmen Kemenkoinfra Bpk. Ayodhia G. L. Kalake juga untuk melakukan groudbreaking dua paket pekerjaan strategis di Kabupaten Alor pada Senin, 11 Agustus 2025 pagi.

Dua paket itu adalah Pekerjaan Long Segmen ruas jalan Kalabahi-Kokar dan Paket Penanganan Long Segmen ruas jalan Watatuku (Sp. Mola)-Mataraben.

Sementara di Kota Kupang, Ayodhia G. L. Kalake melakukan groudbreaking pada paket penangan Long Sekmen Ruas Jalan Yos Sudarso di Kecamatan Alak Kota Kupang pada Senin, 11 Agustus 2025 sore setelah kembali dari Kabupaten Alor.

Secara rinci, Paket Penanganan Long Segmen ruas jalan Kalabahi-Kokar dengan nilai kontrak Rp 4.938.449.100. Pekerjaannya meliputi pemeliharaan rutin sepanjang 1,000 km, rehabilitasi berkala 0,800 km, dan rekonstruksi 0,500 km.

Sedangkan, Paket Penanganan Long Segmen ruas jalan Watatuku (Sp. Mola)-Mataraben dengan nilai kontrak Rp 3.062.270.800. Lingkup pekerjaan mencakup pemeliharaan rutin sepanjang 0,333 km, rehabilitasi berkala 0,350 km, dan rekonstruksi 0,425 km.

Sementara Paket Penanganan Ruas Jalan Yos Sudarso di Kecamatan Alak Kota Kupang dengan nilai kontrak Rp 3.950.809.500. Lingkup pekerjaannya adalah pemeliharaan rutin sepanjang 1,125 km, rehabilitasi berkala 0,170 km, dan rekonstruksi 0,390 km.

Ayodhia G. L. Kalake dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerintah pusat terus memberi perhatian pada pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan seperti NTT, mengingat perannya yang vital dalam membuka akses ekonomi dan pelayanan publik

“Kita ingin memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan berdaya guna,” tegasnya.

Menurutnya, salah satu fokus Astacita adalah mewujudkan kemandirian di sektor pangan, air, dan energi.

Untuk itu, pihaknya akan menurunkan tim guna mengecek kondisi irigasi agar bendungan yang sudah dibangun di seluruh NTT dapat dioptimalkan.

Pemerintah Pusat memiliki komitmen kuat untuk memberikan perhatian pada sektor infrastruktur dan pembangunan kewilayahan.

“Dengan tangan terbuka, sesuai diskusi kita yang lalu dengan Pak gubernur, kita harapkan pemerintah pusat bisa turun ke NTT untuk bisa mendukung pembangunan dan pemerataan infrastruktur di NTT,” pungkasnya.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa Jalan Yos Sudarso merupakan jalur vital menuju Pelabuhan Tenau, Kupang.

“Jalan yang baik akan memperlancar arus logistik, mendukung keamanan dan meningkatkan perekonomian. Atas nama masyarakat Kota Kupang, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar, tepat waktu, tepat mutu, dan bermanfaat nyata,” ujarnya.

Kepala Dinas PUPR NTT Benny Nahak menjelaskan, proyek-proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Alor maupun di Kota Kupang.

“Pekerjaan-pekerjaan ini, baik di Kabupaten Alor maupun di Kota Kupang diharapkan selesai tepat waktu dan sesuai spesifikasi, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Benny Nahak. (*)

Kadis PUPR NTT Launching Gerai dan Podcast PUPR

Kadis PUPR NTT Launching Gerai dan Podcast PUPR

KUPANG – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nusa Tenggara Timur (Kadis PUPR NTT) melaunching gerai dan podcast PUPR, Jumat (1/8/2025).

Gerai yang dilaunching itu merupakan bagian dari peran PUPR NTT untuk mendukung program Pemerintah Provinsi NTT dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Dinas PUPR Benny Nahak menegaskan bahwa Gerai Dinas PUPR ini, selain mendukung program pemerintah, juga memberi kesempatan kepada karyawan/ti Dinas PUPR untuk berbisnis sekaligus mengembangkan UMKM yang ada di lingkup Dinas PUPR.

“Dengan adanya gerai ini karyawan/ti kita bisa mengembangkan usahanya dan ke depan Gerai turut berpartisipasi dalam PAD Dinas. Selain itu membangkitkan jiwa wirausaha PNS sekaligus membantu PNS mencari makanan dan minuman tidak jauh-jauh dari kantor,” jelasnya.

Gerai PUPR juga bukan hanya bermanfaat bagi insan PUPR, akan tetapi lingkup OPD yang ada di sekitar Dinas PUPR boleh berkunjung dan menikmati semua jenis makanan dan minuman yang dijual di Gerai.

“Lewat kegiatan ini kita insan PUPR sudah turut mendukung dalam peningkatan PAD NTT,” tegasnya.

Terkait Podcast PUPR NTT Benny Nahak menyampaikan bahwa semua insan PUPR harus ramah digital, menyebarkan informasi digital terkait dengan PUPR yang bekerja keras, bergerak cepat, bertindak tepat, berjiwa Seni, dan berani.

“Dengan Podcast ini diharapkan insan PUPR dapat menyebarkan informasi positif kepada seluruh masyarakat PUPR, seluruh masyarakat NTT, dan seluruh masyarakat Indonesia. Ayo bangun NTT, ayo bangun PUPR,” tegasnya.

Seperti disaksikan di ruangan Podcast, Benyamin Nahak memohon dukungan dari semua pihak yang berkaitan dengan bidang PUPR, dari Balai Jalan dan Jembatan, Balai Besar Wilayah Sungai, Balai Prasarana Strategis, Balai Perumahan dan Kawasan Pemukiman dan Balai Cipta Karya untuk berkoalisi untuk memanfaatkan podcast ini sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat NTT.

Dia menambahkan, podcast PUPR sudah dilaunching. “Lewat podcast Dinas PUPR, kita sudah memulai dengan transparansi, akuntabel, dan bersinergi dengan berbagai stakeholder terkait, media cetak, media online, dan stakeholders terkait dengan pembangunan, pengembangan pengelolaan infrastruktur dasar di NTT.

Pengelolaan pembangunan infrastruktur itu meliputi jalan, jembatan, perumahan, sumber daya air, dan drainase.

Diharapkan, dengan transparansi seperti ini maka hasil akhirnya benar-benar optimal dimanfaatkan oleh masyarakat secara baik dalam rangka menurunkan angka stunting dan kemiskinan ekstrim di NTT sesuai dengan Visi-Misi dari Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Ayo Bangun NTT.

“Dengan dilaunchingnya Podcast Dinas PUPR ini, kita juga akan mengundang stakeholders terkait, terutama yang berkaitan dengan PUPR, untuk bisa bersama-sama menggunakan tempat ini untuk menyerbarkan informasi digital kepada seluruh masyarakat NTT,” ungkapnya.

Dia berharap agar lewat podcast itu pula masyarakat bisa mengetahui seluruh persoalan infrastruktur mulai dari tahapan identifikasi masalah, perencanaan, perhitungan kebutuhan, pelaksanaan kegiatan, dan optimalisasi pemanfaatan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat NTT.***

PUPR NTT Kontrak Pekerjaan Konsultansi dan Konstruksi Tahun Anggaran 2025

PUPR NTT Kontrak Pekerjaan Konsultansi dan Konstruksi Tahun Anggaran 2025

KUPANG – Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) NTT menandatangani 64 Paket Pekerjaan dari Total 139 Paket Pekerjaan Infrastruktur di Tahun 2025.

Proyek itu merupakan bagian dari Kontrak Pekerjaan Konsultansi dan Konstruksi Tahun Anggaran 2025.

Gubernur NTT Melkiades Laka Lena dalam sambutannya pada penandatanganan kontrak yang digelar pada Jumat (1/8/2025) itu menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas perhatian Dinas PUPR NTT yang telah menyelenggarakan kegiatan yang bermartabat ini.

Gubernur mengakui, kegiatan ini sebagai wujud dukungan dan perhatian kita terhadap pembangunan di Provinsi NTT.

Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah terus melakukan pembangunan dan pengembangan infrastruktur di wilayah NTT, dan sesuai visi dan misi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur 2025-2029.

Dalam visi misi itu, salah salah satu misinya adalah memastikan infrastruktur berkelanjutan demi mewujudkan ekonomi berbasis potensi daerah yang berdaya saing.

“Saya perlu menegaskan kembali bahwa prioritas pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dapat mendukung sektor-sektor andalan seperti pertanian, pertambangan dan pariwisata yang nantinya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi NTT,” ujar Gubernur NTT.

Dia mengajak Balai-Balai Lingkup Kementerian Pekerjaaan Umum dan Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk lebih bersinergi dalam pembangunan insfraktrur di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang terpadu sehingga lebih memberikan dampak dan manfaat.

“Saya harapkan kegiatan ini bukan hanya acara seremoni belaka, namum menjadi sarana terwujudnya sektor konstruksi di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang kokoh, andal, berdaya saing, berkualitas dan berkelanjutan,” pintanya.

Dia juga meminta perhatian Para Penyedia Jasa serta Para Pejabat Pembuat Komitmen yang hari ini akan berkontrak untuk memperhatikan 5 (lima) aspek penting jasa konstruksi yaitu : Manfaat, Kualitas, Kuantitas, administarsi dan Efisien.

Kepala Dinas PUPR NTT Benyamin Nahak sebagai ketua panitia dalam laporannya menyampaikan terima kasih kepada peserta yang sudah hadir pada Penandatanganan Kontrak Pekerjaan Konsultansi dan Konstruksi Tahun Anggaran 2025 Lingkup Dinas PUPR Provinsi NTT ini.

Dia menjelaskan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengukuhkan kesepakatan antara para pihak yang memiliki kekuatan hukum yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan.

Selain itu kegiatan ini juga menjadi dasar Pelaksanaan Kegiatan, Memberikan kepastian hukum bagi pihak yang bekerja sama dalam pelaksanaan kegiatan, Melindungi Hak dan Kewajiban para pihak yang terlibat dalam suatu kerja sama.

Juga membentuk hubungan kerja yang profesional dan transparan antara para pihak yang terlibat.

Dia merincikan, jumlah paket pekerjaan Dinas PUPR secara keseluruhan di Tahun 2025 ini sebanyak 139 paket pekerjaan, yang terdiri dari 48 Paket Konstruksi, 77 Paket Jasa Konsultansi, dan 14 Barang dengan lokasi pekerjaan tersebar di 22 Kab/ Kota. Sampai dengan kegiatan ini dilaksanakan sudah terkontrak sebanyak 64 paket pekerjaan, yang terdiri dari 29 paket Konstruksi dan 35 paket Jasa Konsultansi. (*)

269 PPPK Dinas PUPR NTT Terima SK Gubernur, Beny Nahak: 30 Persen di Kantor!

269 PPPK Dinas PUPR NTT Terima SK Gubernur, Beny Nahak: 30 Persen di Kantor!

KUPANG – Sebanyak 5.480 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I lingkup Pemerintah Provinsi NTT resmi menerima Surat Keputusan (SK) Gubernur NTT, Kamis (24/7/1025).

Dari 5.480 PPK Provinsi NTT itu, ada 269 PPPK yang mengabdi pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) NTT.

Kepala Dinas PUPR NTT Beny Nahak menyambut baik 269 PPPK Dinas PUPR NTT yang resmi menerima SK Gubernur NTT itu.

Dia berpesan, semua peserta PPPK atau ASN yang baru dilantik harus mensyukuri apa yang telah terjadi dalam hidup, termasuk hari ini bahwa semua terjadi karena anugerah Tuhan.

“Bukan suatu kebetulan. Semua peristiwa ini terjadi dalam kehidupan bapa ibu sekalian karena campur tangan Tuhan. Karena itu harus bersyukur,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan rasa syukur itu, maka semua punya kewajiban berbuat kebaikan di Dinas PUPR NTT.

Dia berpesan ada tiga hal penting yang harus dilakukan untuk mempertanggungjawabkan rasa syukur itu lewat tiga sumpah atau janji, yaitu:

Pertama, disiplin untuk masuk dan keluar kantor tepat waktu.

Kedua, dari jam masuk sampai jam keluar kantor harus memberikan kinerja dalam bentuk kontribusi terhadap diri sendiri, terhadap keluarga, terutama terhadap Kinerja Dinas PUPR NTT.

Ketiga, sudah ada kesepakatan bahwa di Dinas PUPR maksimal yang ada di kantor hanya 30%, sisanya itu semua harus ke lapangan dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah Provinsi NTT. Hal ini untuk menunjang pendapatan TPP dan gaji semua pegawai.
Menurut Beny Nahak, PAD Dinas PUPR bersumber dari bengkel PUPR, laboratorium PUPR, dan BLUD-SPAM.

Target Pendapatan Asli Daerah Provinsi NTT di tahun 2026 senilai Rp2,8 triliun. Dari PAD ini akan digunakan untuk pembayaran gaji sebagai ASN dan tunjangan perbaikan penghasilan.

Semakin tinggi PAD, maka tunjungan ASN semakin tinggi. Sehingga diharapkan semua insan PUPR bekerja keras, bergerak cepat dan bertindak tepat sesuai dengan Motto Dinas PUPR, agar target pendapatan di Dinas PUPR tahun 2026 sebesar Rp11,4 miliar bisa tercapai.

“Sudah digariskan, maksimal pegawai yang bertugas di dalam kantor ini adalah sebagian besar pegawai yang berlatar belakang tata usaha, administrasi, sedangkan yang berlatar belakang teknis dalam waktu dekat akan segera ditempatkan pada UPTD Dispenda Provinsi NTT, UPTD Dinas Pertambangan yang sebagian besar menyebar di kabupaten/kota.

Dalam penjabaran perjanjian kinerja akan ditambahkan dengan tugas tambahan internal dinas, yaitu berkaitan dengan PAD dinas sesuai dengan tupoksi masing-masing jabatan. Terkait untuk keindahan dan keasrian lingkungan kantor, Benny menegaskan untuk semua PPPK wajib membawa satu pot bunga dan wajib merawat bunga tersebut. Menurut Beny dengan merawat satu pot bunga kita sudah mendukung dalam menjaga keindahan dan kearsian kantor, serta menciptakan lingkungan kantor yang sehat dimana bunga-bunga tersebut sangat membantu dalam penyerapan Karbon Dioksida dan menghasilkan Oksigen yang sangat bermanfaat bagi semua Pegawai di Lingkungan kantor.

Mengakhiri sambutannya, Benny Nahak secara pribadi dan atas nama Dinas PUPR NTT menyampaikan proficiat kepada 269 peserta PPPK Tahap I yang baru dilantik dan sudah memiliki kepastian selama 5 tahun ke depan.

“PPPK juga akan dievaluasi setiap tahun, tetapi minimal sudah pasti setiap lima tahun akan dikontrak. Untuk itu saya mengajak semua untuk mendoakan agar di tahun 2029 nanti, ketika pergantian Presiden ada kebijakan baru semua PPPK disahkan menjadi ASN,” pungkasnya.(*)

UCB Kupang Jalin Kerja Sama dengan PUPR NTT, Kaji Penyelenggaraan Infrastruktur di Tengah Efisiensi Anggaran

UCB Kupang Jalin Kerja Sama dengan PUPR NTT, Kaji Penyelenggaraan Infrastruktur di Tengah Efisiensi Anggaran

KUPANG – Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang menjalin kerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) NTT.

Kerja sama antara UCB Kupang dengan Dinas PUPR itu dalam rangka sosialisasi dan pengisian kuisioner penelitian terkait Implementasi Value Engineering dalam Penyelenggaraan Infrastruktur Sebagai Strategi Efisiensi Anggaran.

Tim UCB yang melakukan sosialisasi itu dipimpin oleh Dr. Ir. Andreas W. Koreh, MT, IPM, Asean Eng, yang juga merupakan mantan Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT.

Sementara Tim UCB disambut oleh Kepala Dinas PUPR NTT Benyamin Nahak dan jajarannya termasuk para PNS dan CPNS sesuai arahan pimpinan, dengan kuota peserta 50 orang.

Acara sosialisasi dan pengisian kuisioner itu dilaksanakan di Ruang Rapat Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT pada Rabu (9/7/2025).

Dr. Andre Koreh dalam sambutannya selain menjelaskan tujuan sosialisasi dan pengisian kuisioner itu, dia juga menyampaikan amanat penuh makna bagi generasi penerus di Dinas PUPR.

Sebagai Mantan Kepala Dinas PUPR menegaskan bahwa, hidup itu bukan hanya sekadar jabatan apalagi uang. Tetapi yang paling penting itu adalah value diri dari setiap pribadi.

“Anda Berarti Tidak! Nah bagi saya, semuanya akan teruji dari pemanfaatan anggaran. Inputnya dalam bentuk uang yang mengarah pada outputnya. Apakah output itu memberikan kemanfaatan bagi outcomenya. Semua akan terukur. Apakah outcomenya memberikan benefit bagi rakyat. Karena kita semua pelayan rakyat yang berdampak pada kemandirian pangan,” tandasnya.

Kepala Dinas PUPR NTT Benyamin Nahak menyambut baik kerja sama dengan UCB Kupang ini.

Dia berharap UCB Kupang memberikan masukan yang bermanfaat bagi Dinas PUPR NTT yang dipimpinnya di tengah perjuangan membangun NTT dalam tuntutan efisiensi anggaran yang tengah dihadapi.

Kegiatan berlangsung penuh keakraban dan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif yang membahas urgensi efisiensi anggaran di tengah tantangan infrastruktur saat ini. (*)