
PT SMI Berharap Dana PEN Menggerakkan Roda Perekonomian NTT
PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) Persero, menyetujui usulan Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Daerah untuk Pemerintah Provinsi NTT senilai Rp 1 triliun dan Pemprov NTB senilai Rp 750 miliar dalam rangka mewujudkan percepatan pemulihan ekonomi di masing-masing Provinsi.
Direktur Utama PT SMI, Edwin Syahruzad, dalam rilisnya yang diterima VN, Sabtu (21/8) siang mengatakan, penandatanganan perjanjian pinjaman PEN merupakan salah satu bentuk langkah responsif dan dukungan Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan atas dampak dari pandemi Covid-19 yang sangat mempengaruhi perekonomian di daerah.
PT SMI sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah koordinasi Kemenkeu, yang berperan dalam menyalurkan fasilitas pinjaman PEN Daerah ini akan terus melakukan upaya terbaik, serta senantiasa melakukan pemantauan atas penyaluran dana pinjaman PEN agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan secara optimal, sehingga mampu memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang tinggi bagi masyarakat di Provinsi NTT dan NTB.
Menurut dia, kedua Pemprov mengapresiasi persetujuan pinjaman yang diberikan oleh PT SMI. Dukungan pinjaman PEN Daerah akan digunakan seoptimal mungkin untuk meneruskan pembangunan infrastruktur yang tertunda.
Ia menambahkan, program PEN sendiri diluncurkan sebagai stimulus untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional. PT SMI berharap, dengan selalu menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), transparansi dan akuntabilitas.
“Kami berharap juga dalam implementasinya, dukungan fasilitas pinjaman PEN Daerah ini mampu menggerakkan kembali roda perekonomian di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Provinsi Nusa Tenggara Barat, ” pintanya.
Head of Corporate Secretary PT SMI, Ramona Harimurti menjelaskan, Penandatanganan perjanjian pinjaman PEN Daerah dilakukan secara sirkular melalui media daring oleh Direktur Utama PT SMI – Edwin Syahruzad, bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur – Viktor Bungtilu Laiskodat dan Gubernur Nusa Tenggara Barat – Zulkieflimansyah, pada Jumat (13/8) lalu dan disaksikan oleh Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI – Sylvi J. Gani.
Harimurti menuturkan, usulan pinjaman PEN Daerah Pemprov Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat kepada PT SMI ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur daerah akibat APBD masing-masing Provinsi harus direalokasi karena pandemi.
Realokasi APBD dilakukan agar dapat terus mendukung pembangunan sektor prioritas Pemprov, seperti penanganan dan pembangunan pada sektor infrastruktur jalan, jembatan, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), embung dan infrastruktur kesehatan.
Ia menambahkan, PT SMI sebelumnya bersama Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia telah melakukan evaluasi bersama, serta mempertimbangkan beberapa faktor risiko atas proposal permohonan yang diajukan oleh masing-masing Pemprov.
“Pinjaman yang telah disetujui kemudian disalurkan kepada Pemprov oleh PT SMI sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kemenkeu dengan menerapkan prinsip Transparansi dan akuntabilitas,” tulisnya.
Sebelumnya, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat yang diwawancara VN di ruang kerjanya usai kegiatan tersebut mengatakan, pinjaman PEN sebesar Rp 1,003 Triliun itu akan diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, embung dan air bersih.
“Kita bersyukur bahwa proses panjang ini akhirnya dapat realisasi dengan baik, melalui perjanjian kredit antara Pemprov NTT, dan PT SMI yang fokus untuk infrastruktur jalan, jembatan, embung, dan air bersih, ” katanya.
Sumbe : https://victorynews.id/beranda/pt-smi-berharap-dana-pen-menggerakkan-roda-perekonomian-ntt/