PUPR Provinsi NTT

PUPR NTT Gelar Pelatihan Teknisi Laboratorium Mekanika Tanah untuk Tingkatkan Mutu Konstruksi Jalan dan Jembatan

PUPR NTT Gelar Pelatihan Teknisi Laboratorium Mekanika Tanah untuk Tingkatkan Mutu Konstruksi Jalan dan Jembatan

KUPANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Bidang Bina Konstruksi menggelar Pelatihan Teknisi Laboratorium Mekanika Tanah untuk Pekerjaan Jalan dan Jembatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Laboratorium Pengujian Teknik Dinas PUPR NTT pada 13 April hingga 1 Mei 2026.

Pelatihan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang pekerjaan umum melalui kerja sama antara Dinas PUPR Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pekerjaan Umum melalui Pusat Pengembangan Kompetensi Bina Marga, Pembiayaan Infrastruktur, dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah serta Balai Pengembangan Kompetensi PU Wilayah VI Surabaya.

Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas teknisi laboratorium pengujian dalam memahami standar dan prosedur pengujian material konstruksi, meningkatkan akurasi dan profesionalisme pelaksanaan pengujian laboratorium, serta mendukung peningkatan mutu hasil pekerjaan konstruksi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pelatihan dilaksanakan selama 160 (seratus enam puluh) Jam Pelajaran (JP) atau setara dengan 14 (empat belas) Hari Kerja (HK). Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu melaksanakan pengujian laboratorium mekanika tanah secara tepat dan sesuai standar guna memenuhi persyaratan pengujian bahan konstruksi jalan dan jembatan berdasarkan spesifikasi teknis yang berlaku.

Selain meningkatkan kompetensi teknis peserta, pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi bagian dari pemenuhan persyaratan dalam pengajuan akreditasi penyelenggaraan pengembangan kompetensi pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pelatihan diikuti oleh 40 peserta dalam satu kelas dengan tiga tahapan pembelajaran. Tahap pertama adalah Self Learning yang berlangsung pada 13 hingga 17 April 2026, yaitu metode pembelajaran mandiri yang menekankan proses pengamatan, penyelidikan, dan penyelesaian masalah secara individu.

Tahap kedua yakni Distance Learning yang dilaksanakan pada 13 hingga 23 April 2026 melalui video conference (Zoom Meeting) antara peserta dan tenaga pelatihan atau pengajar.

Sementara itu, tahap ketiga berupa pembelajaran klasikal atau tatap muka dilaksanakan pada 27 April hingga 1 Mei 2026. Pada tahap ini peserta mengikuti praktikum secara langsung di Laboratorium Pengujian Teknik Dinas PUPR NTT dengan bimbingan para pengajar dan instruktur.

Melalui pelatihan ini, Dinas PUPR NTT berharap kualitas dan profesionalisme tenaga teknis laboratorium di daerah semakin meningkat sehingga mampu mendukung pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang berkualitas, andal, dan sesuai standar teknis. (*)

Kadis PUPR Dampingi Gubernur NTT Tinjau Ruas Jalan Hepang-Sikka

Kadis PUPR Dampingi Gubernur NTT Tinjau Ruas Jalan Hepang-Sikka

MAUMERE – Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena didampingi Kepala Dinas PUPR NTT Benyamin Nahak meninjau ruas Jalan Hepang di Kabupaten Sikka, Sabtu (18/4/2026).

Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan pekerjaan jalan yang dibiayai APBD 2025 tidak hanya selesai secara administrasi, tetapi juga memenuhi standar kualitas dan progres sesuai perencanaan.

Seperti disaksikan, Gubernur NTT bersama Kadis PUPR dan sejumlah pejabat mengecek langsung kondisi fisik jalan pada ruas Hepang–Sikka dengan total ruas mencapai 8,65 km, termasuk penanganan 2.629,70 meter (AC-WC) sebagai upaya peningkatan kualitas permukaan jalan. Selain itu, turut ditinjau ruas Waepare–Bola dengan panjang total ruas 20 km, di mana telah dilakukan penanganan pengaspalan sepanjang 490 meter (AC-WC).

Melki Laka Lena menegaskan pentingnya pengawasan lapangan untuk memastikan pekerjaan sesuai dengan perencanaan awal.

“Untuk memastikan volume pekerjaan berjalan sesuai dengan progres perencanaan, maka hari ini kami datang untuk meninjau langsung di lapangan,” jelas Melki.

Menurutnya, ada dua aspek utama yang menjadi perhatian pemerintah provinsi dalam setiap proyek infrastruktur, yakni kesesuaian progres pekerjaan berdasarkan time schedule serta kualitas hasil pekerjaan di lapangan.

“Kita ingin memastikan supaya kualitas yang dilaksanakan di lapangan sesuai dengan kualitas yang direncanakan,” ujarnya.

Pemantauan langsung itu menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap kebutuhan pengawasan yang lebih ketat terhadap proyek-proyek infrastruktur.

Sehingga, proyek-protek infrastruktur itu tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi juga menjamin daya tahan dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen untuk terus membangun infrastruktur jalan sebagai penopang pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dalam membuka akses antarwilayah dan memperlancar distribusi barang dan jasa.

Untuk diketahui, selain Ruas Jalan Hepang di Kabupaten Sikka, pada tahun 2025 pemerintah provinsi juga menangani Rekonstruksi Ruas Jalan Bondokodi – Waitabula.

Selain itu Pemprov NTT juga menangani Long Segmen Ruas Jalan Sp. Patiala-Wetana (Batas Kabupaten Sumba Barat Daya), Serta Penanganan Long Segmen Ruas Jalan Malahar – Praipaha.

Melalui berbagai proyek tersebut, pemerintah provinsi berupaya memastikan pembangunan infrastruktur tidak hanya merata, tetapi juga berkualitas dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Peninjauan langsung seperti ini, akan terus dilakukan untuk memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar menghasilkan infrastruktur yang layak, aman, dan mendukung aktivitas ekonomi warga. (*)

Kadis PUPR NTT Dampingi Wakil Gubernur NTT Tinjau Langsung Jembatan Oelmasi 1 yang Ambruk

Kadis PUPR NTT Dampingi Wakil Gubernur NTT Tinjau Langsung Jembatan Oelmasi 1 yang Ambruk

OELAMASI – Kepala Dinas PUPR NTT, Ir Benyamin Nahak, MT., mendampingi Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma meninjau secara langsung Jembatan Oelamasi 1, Kabupaten Kupang yang ambruk Kamis (26/3/2026) siang.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan jembatan yang merupakan aset yang bersumber dari APBN itu, sehingga penanganannya dilakukan melalui koordinasi bersama pihak terkait yaitu Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

Dalam peninjauan tersebut, Wakil Gubernur bersama kadis PUPR NTT dan jajaran juga turun langsung melihat lokasi jalan alternatif yang dibangun sebagai solusi sementara guna memastikan akses masyarakat tetap terjaga di jalur Trans Timor.

Sebagai langkah percepatan penanganan, pembangunan jalan alternatif ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu 3 hari, sesuai dengan kesepakatan bersama, sehingga dapat segera digunakan oleh masyarakat.

Pemerintah terus berupaya hadir dengan langkah cepat dan kolaboratif untuk menjaga konektivitas serta mendukung aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan lancar.

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma menegaskan bahwa kondisi jembatan mengalami kerusakan parah dan tidak memungkinkan dilalui kendaraan. Ia menilai jalur Trans Timor merupakan akses vital yang harus segera dipulihkan.

“Ini jalur utama Pulau Timor yang menghubungkan Kupang dengan Soe, Kefa, Atambua, Malaka, bahkan hingga Timor Leste. Ini jalur yang sangat penting. Dalam keadaan seperti ini, negara harus hadir di tengah masyarakat untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi NTT bersama instansi terkait bergerak cepat menyiapkan langkah penanganan darurat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembukaan jalur alternatif serta pembangunan jembatan sementara.

Kepala BPJN NTT, Janto, menjelaskan bahwa ambruknya jembatan diduga akibat pergeseran struktur pondasi. Saat ini, alat berat telah dikerahkan untuk penanganan awal.

“Kami menyiapkan pembukaan jalur alternatif dengan metode cross way di sisi jembatan, serta pembangunan jembatan darurat di sisi hilir. Kondisi tanah memungkinkan sehingga diharapkan dalam waktu dekat bisa difungsikan,” jelasnya.

Wakil Gubernur juga menyampaikan bahwa pembangunan jalur alternatif darurat ditargetkan dapat selesai dalam waktu 3 hingga 5 hari ke depan, sehingga akses transportasi dapat segera kembali normal.

Selain itu, ditemukan pula pipa air yang patah di lokasi kejadian yang berpotensi mengganggu distribusi air bersih ke wilayah sekitar dan sedang dalam penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan warga setempat dan anggota TNI, kerusakan jembatan mulai terlihat sejak Rabu (25/3) sore berupa retakan pada struktur. Kondisi terus memburuk hingga Kamis dini hari. Warga bersama aparat sempat membantu mengevakuasi sepeda motor dengan cara menggotong melewati retakan sebelum jembatan mengalami penurunan lebih parah.

Usai meninjau lokasi utama, Wakil Gubernur juga meninjau jalur alternatif sementara yang digunakan masyarakat melalui Desa Nunkurus, Kabupaten Kupang.

Jalur tersebut terpantau masih dapat dilalui, namun terbatas untuk kendaraan roda dua dan roda empat kecil karena harus melintasi jembatan kayu yang sudah tua.

Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Kabupaten Kupang dan Brigif 21 Komodo yang telah sigap membantu pengamanan lokasi serta pengaturan arus lalu lintas.

Untuk penanganan permanen, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan melakukan perencanaan ulang mengingat ruas tersebut merupakan jalan nasional.

Pemerintah menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan akses darurat segera terbuka agar mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.*

PUPR NTT Tingkatkan Infrastruktur, Dukung Pariwisata Rote Ndao

PUPR NTT Tingkatkan Infrastruktur, Dukung Pariwisata Rote Ndao

KUPANG – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, didampingi Kepala Dinas PUPR NTT Benyamin Nahak serta sejumlah pimpinan OPD, beraudiens dengan CEO/Co-founder NIHI Sumba, James McBride.

Audiens yang digelar di ruangan Gubernur NTT, Selasa, 25 Maret 2026 itu membahas sejumlah persoalan strategis terkait pengembangan pariwisata premium di Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menerima kunjungan kerja CEO sekaligus co-founder Nihi Sumba, James McBride, di ruang kerjanya, hari ini.

Pertemuan itu membahas rencana ekspansi pariwisata premium ke Pulau Rote serta sejumlah kendala infrastruktur di Kabupaten Rote Ndao.

CEO Nihi Sumba James McBride dalam audiens itu memaparkan rencana pengembangan Nihi di Pulau Rote yang dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata kelas dunia, terutama dengan kekayaan panorama bahari yang eksotis.

“Pulau Rote tidak kalah dengan Sumba. Ini destinasi yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan sebagai wisata premium,” ujar James.

Ia juga menyoroti sejumlah kendala yang dihadapi di Rote Ndao, mulai dari infrastruktur hingga akses penerbangan.

“Infrastruktur dan akses jadi kendala meski potensinya besar, terutama terkait aksesibilitas menuju destinasi wisata di Pulau Rote,” jelas James.

Menurutnya, kondisi jalan yang belum memadai hingga minimnya transportasi umum dan penerbangan langsung ke Pulau Rote.

Selain itu, James mengungkapkan rencana pembangunan akademi perhotelan di Kabupaten Rote Ndao sebagai bagian dari investasi jangka panjang.

Ia berharap pemerintah dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal agar siap bersaing di sektor pariwisata, sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.

Ia juga berharap pertemuan dengan Gubernur NTT dapat mendorong dukungan pemerintah dalam mengatasi permasalahan di Rote Ndao.

Merespons pemaparan James McBride, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyambut baik rencana ekspansi Nihi dan memastikan pemerintah daerah siap mendukung pengembangan pariwisata di NTT.

Menurut Gubernur NTT, perbaikan infrastruktur, terutama akses jalan menuju lokasi wisata, akan segera diidentifikasi melalui dinas terkait.

“Untuk akses jalan menuju resor, akan kita identifikasi melalui Dinas PUPR agar bisa dianggarkan. Ini komitmen bersama untuk membangun pariwisata NTT,” ujar Gubernur NTT.

Karena itu, kehadiran Kepala Dinas PUPR bersama jajaran OPD menjadi wujud sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan pariwisata yang terintegrasi, khususnya dari sisi infrastruktur dan konektivitas wilayah.

Melalui Dinas PUPR, Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen untuk segera mengidentifikasi serta mempercepat penanganan infrastruktur strategis menuju kawasan pengembangan.

Langkah ini menjadi kunci dalam membuka akses sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Tak hanya investasi, rencana pembangunan akademi perhotelan oleh NIHI Sumba juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal, sehingga masyarakat dapat berperan sebagai pelaku utama dalam sektor pariwisata.

Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan mampu menjadikan Pulau Rote sebagai ikon baru pariwisata premium dunia yang inklusif dan berkelanjutan.(*)

Dinas PUPR NTT Teken MoU dengan Bank NTT, Dukung Finansial yang handal untuk Infrastruktur

Dinas PUPR NTT Teken MoU dengan Bank NTT, Dukung Finansial yang handal untuk Infrastruktur

KUPANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) NTT meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan Bank NTT untuk mendukung berbagai program infrastruktur di NTT.

Penandatangan MoU itu dilakukan oleh Kepala Dinas PUPR NTT Ir. Benyamin Nahak, MT dan Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus dalam Costumer Gathering Bank NTT yang diselenggarakan di Aston Kupang Hotel, Kamis (12/2/2026) malam.

Kepala Dinas PUPR NTT Benyamin Nahak menjelaskan, kolaborasi ini menjadi langkah krusial untuk mengoptimalkan layanan informasi proyek pemerintah yang terintegrasi dengan layanan perbankan.

“Melalui akses data yang transparan dan dukungan finansial yang handal, kami berkomitmen memastikan setiap program infrastruktur di Nusa Tenggara Timur berjalan sukses, akuntabel, dan berkelanjutan,” tegas Benny Nahak.

Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus menegaskan bahwa penandatangan kerja sama tersebut bertujuan supaya para pelaku usaha khususnya di sektor jasa konstruksi dapat memanfaatkan berbagai skema kredit yang ditawarkan Bank NTT.

Apalagi, kata dia sektor infrastruktur merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat di wilayah NTT.

Gubernur NTT Melki Laka Lena yang menyaksikan acara itu melalui live streaming dari Maumere, Kabupaten Sikka berharap, Bank NTT melalui berbagai program kerja dan rencana bisnisnya dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pelaksanaan pembangunan di NTT.

Untuk itu, Melki Laka Lena mengajak semua elemen masyarakat termasuk para pengusaha lokal NTT untuk menjadi bagian dari Bank NTT. Dengan menjadi bagian dari Bank NTT tentunya kontribusi untuk masyarakat dan daerah menjadi nyata dan berdampak besar.*

Pembangunan Monumen Pancasila Siap Dilanjutkan

Pembangunan Monumen Pancasila Siap Dilanjutkan

KUPANG – Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang menyatakan komitmen untuk melanjutkan pembangunan Monumen Pancasila.

Monumen Pancasila sendiri yang mulai dibangun sejak Tahun 2018 silam itu terletak di Desa Nitneo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang sempat mangkrak.

Monumen Flobamora Rumah Pancasila atau Monumen Pancasila yang berbentuk Burung Garuda menghadap ke Laut Sawu dengan ketinggian sekitar 50 meter ini, berdiri di atas lahan hibah dari orang tua dari Wali Kota Kupang, Theo Widodo kepada Pemerintah Provinsi NTT.

Komitmen untuk melanjutkan pembangunan Monumen Pancasila itu disampaikan Gubernur NTT Melki Laka Lena saat bersama Wali Kota Kupang dr Christian Widodo dan Bupati Kupang Yosef Leda meninjau Monumen Pancasila, Kamis (22/1/2026).

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa dirinya bersama Wali Kota Kupang dan Bupati Kupang memiliki satu kesepahaman penting: pembangunan monumen ini harus dilanjutkan dan dituntaskan.

“Monumen Flobamora Rumah Pancasila dibangun sebagai simbol kebanggaan Flobamora. Dari NTT, nilai-nilai Pancasila ingin kita kumandangkan ke seluruh Nusantara, karena daerah ini memiliki keterkaitan sejarah dengan lahirnya gagasan Pancasila,” jelas Gubernur.

la mengakui, pembangunan monumen sempat terhenti dan belum dapat difungsikan. Karena itu, peninjauan dilakukan untuk memastikan arah pembangunan ke depan lebih jelas dan terukur.

Ke depan, monumen ini direncanakan dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan ideologi Pancasila yang dapat dimanfaatkan secara bersama oleh Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, dan Pemerintah Kabupaten Kupang, serta terbuka bagi seluruh masyarakat.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas hibah lahan dari Bapak Theo Widodo kepada Pemerintah Provinsi NTT. Menurutnya, hal tersebut merupakan wujud nyata semangat gotong royong dan kecintaan terhadap daerah.

“Target kami, pembangunan monumen ini dapat diselesaikan tahun ini. Untuk pembiayaan, kami sepakat mencari skema pendanaan alternatif tanpa membebani APBD, agar benar-benar menjadi kebanggaan bersama,” tegasnya.

Harapannya, Monumen Flobamora Rumah Pancasila tidak hanya berdiri megah, tetapi hidup sebagai ruang edukasi, sejarah, dan destinasi wisata yang memberi manfaat luas bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.*