PUPR Provinsi NTT

Kadis PUPR Dampingi Gubernur NTT Tinjau Ruas Jalan Hepang-Sikka

Kadis PUPR Dampingi Gubernur NTT Tinjau Ruas Jalan Hepang-Sikka

MAUMERE – Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena didampingi Kepala Dinas PUPR NTT Benyamin Nahak meninjau ruas Jalan Hepang di Kabupaten Sikka, Sabtu (18/4/2026).

Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan pekerjaan jalan yang dibiayai APBD 2025 tidak hanya selesai secara administrasi, tetapi juga memenuhi standar kualitas dan progres sesuai perencanaan.

Seperti disaksikan, Gubernur NTT bersama Kadis PUPR dan sejumlah pejabat mengecek langsung kondisi fisik jalan pada ruas Hepang–Sikka dengan total ruas mencapai 8,65 km, termasuk penanganan 2.629,70 meter (AC-WC) sebagai upaya peningkatan kualitas permukaan jalan. Selain itu, turut ditinjau ruas Waepare–Bola dengan panjang total ruas 20 km, di mana telah dilakukan penanganan pengaspalan sepanjang 490 meter (AC-WC).

Melki Laka Lena menegaskan pentingnya pengawasan lapangan untuk memastikan pekerjaan sesuai dengan perencanaan awal.

“Untuk memastikan volume pekerjaan berjalan sesuai dengan progres perencanaan, maka hari ini kami datang untuk meninjau langsung di lapangan,” jelas Melki.

Menurutnya, ada dua aspek utama yang menjadi perhatian pemerintah provinsi dalam setiap proyek infrastruktur, yakni kesesuaian progres pekerjaan berdasarkan time schedule serta kualitas hasil pekerjaan di lapangan.

“Kita ingin memastikan supaya kualitas yang dilaksanakan di lapangan sesuai dengan kualitas yang direncanakan,” ujarnya.

Pemantauan langsung itu menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap kebutuhan pengawasan yang lebih ketat terhadap proyek-proyek infrastruktur.

Sehingga, proyek-protek infrastruktur itu tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi juga menjamin daya tahan dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen untuk terus membangun infrastruktur jalan sebagai penopang pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dalam membuka akses antarwilayah dan memperlancar distribusi barang dan jasa.

Untuk diketahui, selain Ruas Jalan Hepang di Kabupaten Sikka, pada tahun 2025 pemerintah provinsi juga menangani Rekonstruksi Ruas Jalan Bondokodi – Waitabula.

Selain itu Pemprov NTT juga menangani Long Segmen Ruas Jalan Sp. Patiala-Wetana (Batas Kabupaten Sumba Barat Daya), Serta Penanganan Long Segmen Ruas Jalan Malahar – Praipaha.

Gubernur NTT menyatakan, pada tahun 2025 Pemerintah Provinsi NTT telah membangun dan menangani 32 ruas jalan yang tersebar di berbagai wilayah di NTT.

Melalui berbagai proyek tersebut, pemerintah provinsi berupaya memastikan pembangunan infrastruktur tidak hanya merata, tetapi juga berkualitas dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Peninjauan langsung seperti ini, akan terus dilakukan untuk memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar menghasilkan infrastruktur yang layak, aman, dan mendukung aktivitas ekonomi warga. (*)

Dinas PUPR Gandeng Kejati NTT tinjau Empat Ruas Jalan Strategis di Flores

Dinas PUPR Gandeng Kejati NTT tinjau Empat Ruas Jalan Strategis di Flores

Kupang – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nusa Tenggara Timur (PUPR NTT) menggandeng Tim Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) meninjau lapangan (site visit) pada empat paket pekerjaan jalan Dinas PUPR Provinsi NTT di daratan Flores pada 12-13 Desember 2025.

Peninjauan empat jalan provinsi yang berlokasi di Kabupaten Ngada, Nagekeo, dan Manggarai Timur itu dipimpin oleh Plh. Kasi IV, Anak Agung Raka Putra Dharmana, S.H., M.H yang didampingi oleh Kadis PUPR NTT, Ir. Benyamin Nahak ., Kasie Pembangunan Jalan dan Jembatan, Martinus Tallo, SST., dan PPK 05, Jarot Agung Nugroho, SST., serta PPK 09, Yohanes E. Temaluru, SST.

Peninjauan ini merupakan tindak lanjut atas permohonan pengamanan strategis yang diajukan Dinas PUPR NTT untuk mengawal 13 paket pekerjaan Belanja Modal Tahun Anggaran 2025.

Fokus peninjauan kali ini menyasar empat ruas vital, yakni Rehabilitasi Jalan Malanuza-Maubawa-Sp. Gako, Rehabilitasi Jalan Bealaing-Waerasang (Segmen 1), Penanganan Long Segmen Jalan Labuan Kelambu-Riung, serta Penanganan Long Segmen Jalan Aeramo-Kaburea.

Dalam kunjungan tersebut, Tim PPS menerima laporan perkembangan dari pelaksana proyek guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai koridor hukum serta memitigasi potensi ancaman, gangguan, maupun hambatan yang mungkin terjadi di lapangan.

Melalui site visit ini, Dinas PUPR NTT bersama Tim PPS Kejati NTT menekankan pentingnya komitmen pelaksana proyek untuk menyelesaikan pekerjaan secara tepat waktu dan tepat sasaran.

Percepatan penyelesaian proyek menjadi prioritas utama mengingat keberadaan jalan-jalan tersebut sangat krusial dalam mendukung mobilitas dan aksesibilitas masyarakat, khususnya menjelang momentum libur panjang akhir tahun.*

PUPR NTT Kolaborasi dengan Kejati Awasi 13 Proyek Strategis di NTT

PUPR NTT Kolaborasi dengan Kejati Awasi 13 Proyek Strategis di NTT

KUPANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nusa Tenggara Timur (PUPR NTT) bekerja sama dengan Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) untuk menegakkan pengawasan terhadap berbagai proyek di NTT.

Kali ini, PUPR NTT menggandeng Kejati NTT untuk melakukan pengawasan terhadap perkerjaan 13 paket pekerjaan Belanja Modal Dinas PUPR NTT Tahun Anggaran 2025.

Kerja sama itu diawali dengan pemaparan bahan keterangan (Pulbaket) terhadap 13 paket pekerjaan Belanja Modal Dinas PUPR NTT Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Aula Kejati NTT, Senin (8/12/2025).

Pemaparan itu dipimpin oleh Asisten Intelijen, Bambang Dwi Murcolono, S.H., M.H., sedangkan dari PUPR NTT dihadiri oleh Kepala Dinas, Ir. Benyamin Nahak serta Plt. Kepala Bidang Bina Marga, Frederik Kiuk, ST., M.Eng., dan Semua Kepala Seksi pada Bidang Bina Marga.

Kegiatan itu dilakukan sebagai bagian dari usaha mengoptimalkan fungsi Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) untuk memastikan proyek vital daerah berjalan sesuai target dan bebas hambatan.

Selain itu kegiatan ini menjadi langkah preventif Tim PPS untuk membedah progres pekerjaan secara transparan bersama jajaran Dinas PUPR, penyedia jasa, dan konsultan pengawas.

Dalam pemaparan tersebut, Tim PPS menyoroti hasil pemantauan lapangan di mana 4 paket pekerjaan telah rampung 100 persen dan 4 lainnya optimis selesai tepat waktu dengan progres di atas 94 persen.

Namun, atensi khusus diberikan pada 5 paket pekerjaan yang progresnya masih rendah karena terdeteksi adanya potensi Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT).

Di sinilah peran vital Intelijen bekerja; fokus utamanya bukan mengintervensi aspek teknis atau keuangan, melainkan melakukan deteksi dini dan mitigasi risiko agar kendala di lapangan dapat segera diurai tanpa melanggar koridor hukum yang berlaku.

Melalui pengawalan ketat ini, Kejati NTT menegaskan komitmennya untuk menjamin keberlangsungan pembangunan strategis agar aman dari gangguan sosial maupun hambatan prosedural.

Pendampingan yang dilakukan Bidang Intelijen bertujuan memastikan setiap anggaran negara yang digelontorkan bermuara pada hasil pembangunan yang nyata dan tepat sasaran.

Dengan pendekatan yang profesional dan berintegritas, PUPR NTT bersama Kejati NTT terus berupaya mendorong percepatan kesejahteraan masyarakat melalui infrastruktur yang berkualitas dan selesai tepat waktu.*

Dinas PUPR NTT Siap Atasi Titik-Titik Terdampak Banjir di Nagekeo

Dinas PUPR NTT Siap Atasi Titik-Titik Terdampak Banjir di Nagekeo

NAGEKEO – Kepala Dinas PUPR NTT Benyamin Nahak yang diwakili Kabid Bina Marga Adi Samuel Mboeik, ST dan Plt Kasie Pembangunan Jarot Nugroho, SST mendampingi Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma bersama Kabalai Jalan BPJN dan Kasie Preservasi meninjau lokasi terdampak longsor dan banjir di Desa Sawu, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Sabtu, 13 September 2025.

Kunjungan itu dilakukan untuk meninjau langsung kondisi lapangan dampak longsor dan banjir yang terjadi di wilayah itu pada 7-9 September 2025 lalu.

Selain itu, kunjungan itu juga untuk melakukan koordinasi teknis bersama Balai Jalan serta diskusi bersama Wakil Gubernur di Rumah Jabatan Bupati Nagekeo bersama Tim Satgas Bencana.

Fokus utama pembahasan adalah percepatan langkah penanganan titik-titik yang terdampak, agar akses masyarakat segera kembali pulih dan aman untuk dilalui.

Dalam kesempatan ini, Dinas PUPR Provinsi NTT mengapresiasi seluruh pihak, khususnya Balai Jalan dan Balai Wilayah Sungai (BWS) NTT II, yang telah bergerak cepat dalam penanganan darurat.

Sinergi yang terjalin ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan infrastruktur, sekaligus memastikan keselamatan serta kelancaran mobilitas masyarakat.

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma pada kesempatan itu menegaskan komitmen pemerintah untuk pemulihan secara bertahap, dimulai dari kebutuhan darurat hingga pembangunan jangka panjang.

Menurutnya, Pemerintah berkomitmen untuk hadir dan memberikan perlindungan kepada masyarakat terdampak.

“Pemerintah daerah NTT ikut berduka cita yang mendalam bersama para korban. Sesuai arahan langsung Presiden Prabowo, kami akan berupaya semaksimal mungkin menanggulangi semua kerusakan yang terjadi. Kami hadir di tengah masyarakat untuk memastikan setiap warga yang terdampak mendapat perlindungan, bantuan, dan harapan bagi masa depan mereka. Pemerintah juga berjanji akan memperpanjang masa pencarian serta memperkuat personel dan sarana pencarian,” tegasnya.***